Jenis Pola Lantai pada Tarian Daerah dan Fungsinya

Jenis Pola Lantai pada Tarian Daerah dan Fungsinya

Dalam menarikan tarian daerah ada unsur yang disebut sebagai pola lantai. Pola lantai dalam tarian daerah dibagi menjadi dua kelompok yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung.

Dalam pola lantai garis lurus ada yang dikreasikan menjadi zig zag atau berbelok-belok. Pola lantai juga menentukan gerakan penari. Pola lantai dan gerak tari dapat saling mendukung dalam tarian.

Pola lantai dalam suatu tarian disesuaikan dengan jumlah penarinya. Dalam menarikan tarian daerah, para penari akan mengikuti pola lantai tertentu. Berikut adalah penjelasan mengenai pola lantai yang dikutipĀ https://michaeljackmp.org.uk/ dari buku KREATIF TEMATIK Tema 7 Indahnya Keragaman di Negeriku IV untuk SD/MI karya M. Thayeb dan Karyatmo:

Jenis Pola Lantai pada Tarian Daerah dan Fungsinya

A. Pola lantai tarian daerah

1. Pola lantai garis lurus

a. Pola lantai horizontal

Pola lantai horizontal dilakukan dengan penari yang membentuk garis lurus menyamping. Contoh tarian yang menggunakan pola lantai horizontal adalah tari Saman dari Aceh.

b. Pola lantai vertikal

Dalam pola lantai vertical, penari akan berbaris membentuk garis lurus ke belakang. Pada pola lantai vertikal, tari yang ditampilkan adalah tari Bedhaya Ketawang dari Jawa Tengah.

c. Pola lantai diagonal

Pada pola lantai diagonal, para penari akan berbaris membentuk garis menyudut ke kanan maupun ke kiri. Contoh tarian yang ditampilkan dengan pola lantai diagonal adalah tari Jaipongan dari Jawa Barat.

2. Pola lantai garis lengkung

Pada pola lantai garis lengkung dilakukan dengan gerakan melengkung cembung, cekung, atau lingkaran. Pola tersebut dibuat agar tercipta pertunjukan yang indah. Pola tersebut juga memudahkan penari dalam penguasaan panggung.

Tarian yang menggunakan pola garis lengkung adalah tari Piring dari Sumatra Barat.

B. Fungsi Pola Lantai

Pola lantai telah menjadi suatu hal penting yang perlu diperhatikan, dalam penampilan seni tari tradisional maupun tarian kreasi baru.

Tidak hanya untuk menempatkan posisi dan formasi penari untuk memper indah tarian, tetapi pola lantai juga memiliki makna tersendiri, sesuai dengan tema dari penampilan tarinya.

Pola lantai memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1. Memperjelas dan menata gerakan-gerakan penari.

2. Membantu memperkuat dan menonjolkan tokoh penari dalam peranan tertentu.

3. Menghidupkan karakteristik gerak tari dari keseluruhan pertunjukan/pementasan.

Membentuk suatu komposisi, untuk menyesuaikan dengan bentuk ruang pertunjukan tari, sehingga penyajian tari menjadi lebih indah, menarik dan dinamis.

Pola lantai juga memiliki unsur-unsur lain yaitu sebagai berikut:

1. Ruang

Ruang dalam tari terdapat dua jenis yaitu ruang nyata dan ruang khayalan. Ruang nyata adalah ruang yang benar-benar nyata. Sedangkan ruang khayalan hanya ada di dalam pikiran sang penari. Ruang khayalan bertujuan untuk memberikan kesan tertentu.

2. Waktu

Dalam tari tradisional, waktu harus sesuai dengan irama tarian. Irama tarian sendiri bersifat berulang dan teratur. Unsur waktu dalam tari adalah tempo, meter, dan ritual.

3. Tenaga

Tenaga adalah energi yang digunakan untuk melakukan sebuah gerakan. Tenaga sendiri disesuaikan dengan perwujudan gerak tokoh tari. tenaga sendiri disesuaikan dengan perwujudan gerak tokoh tari. dalam tenaga ada beberapa yang harus diperhatikan yaitu kualitas, intensitas, dan tekanan.

Nah itulah penjelasan mengenai pola lantai. Sudah paham kan?

4 Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari, Berikut Fungsi dan Tujuannya

4 Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari, Berikut Fungsi dan Tujuannya

Simak empat jenis pola lantai dalam seni tari dalam artikel ini.

Selain itu, dilengkapi juga dengan fungsi dan tujuan dari pola lantai.

Pola lantai adalah pola yang dibentuk sebagai aturan bagi penari dalam berpindah, bergerak, maupun bergeser posisi saat di panggung agar tampak lebih menarik.

Pola lantai bisa dikatakan sebagai teknik blocking (penguasaan panggung) seorang penari.

Dikutip dari Modul Pembelajaran simpkb Terbuka Seni Budaya Kelas VII Level dan Pola Lantai pada Gerak Tari oleh Sarjiyem dan Frangky (2020), pola lantai sangat penting dalam sebuah tarian berkelompok.

Berikut jenis-jenis pola lantai dalam seni tari lengkap dengan penjelasan masing-masing.

1. Pola Lantai Garis Lurus Diagonal

Pola lantai diagonal merupakan pola dalam seni tari yang membentuk garis lurus menyudut ke kanan atas, ke kiri atas, ke kanan bawah ataupun ke kiri bawah.

Pola lantai ini memberikan suatu makna akan kedinamisan dan kekuatan.

2. Pola Lantai Garis Lurus Horizontal

Pola lantai horizontal merupakan pola dalam seni tari di mana penari berjajar lurus dari kanan ke kiri atau sebaliknya dari kiri ke kanan.

Pola lantai ini memiliki makna tentang hubungan antara manusia dengan alam.

Pada level dasar, pola lantai jenis ini dilakukan dengan cara duduk atau berbaring.

Di level selanjutnya pola ini dapat dilakukan dengan jongkok atau berlutut.

Sedangkan di level yang paling tinggi, pola ini dilakukan dengan cara jinjit, berdiri atau pun melompat.

3. Pola Lantai Garis Lengkung Melingkar

Pola lantai melingkar merupakan jenis pola dalam seni tari yang membentuk suatu lingkaran.

Pola ini memberikan makna mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

4. Pola Lantai Garis Lurus Vertikal

Pola lantai vertikal hampir sama dengan pola lantai horizontal.

Pola lantai ini membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau pun sebaliknya dari belakang ke depan.

Pola ini bermakna tentang hubungan antara manusia dengan manusia lainnya serta kehidupan sehari-hari.

4 Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari, Berikut Fungsi dan Tujuannya

Fungsi pola lantai

Masih dikutip dari buku yang sama, ada beberapa fungsi adanya pola lantai, di antaranya:

a. Sebagai cara untuk menata gerakan-gerakan pada penari.

b. Sebagai cara untuk membuat para penari agar kompak dan terlihat sinkron.

c. Sebagai cara untuk menciptakan struktur dalam pementasan seni tari.

d. Sebagai cara agar penampilan seni tari lebih menarik ditonton oleh masyarakat di atas panggung.

Tujuan pola lantai

Tidak hanya fungsi, pola lantai juga memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

a. Untuk membuat penari tidak bertabrakan dengan penari lainnya sehingga letaknya sinkron atau sesuai.

Dengan adanya pola lantai, penari yang akan bergeser, berpindah tempat, atau melakukan gerakan, tidak akan berbenturan atau bertabrakan tangan maupun kaki dengan penari lainnya.

b. Untuk membedakan gerakan-gerakan antara seni tari satu dengan yang lainnya.

Dengan adanya pola lantai akan ada beragam seni tari yang menampilkan keindahan keindahan dengan perbedaannya masing-masing.

c. Untuk membuat sebuah tarian menjadi lebih menarik ketika ditampilkan.

Dengan adanya pola lantai, para penari akan menampilkan tarian-tarian yang lebih menarik dan tidak membosankan dibandingkan hanya diam di tempat.

d. Untuk membuat penari agar terlihat secara keseluruhan di depan para penonton.

Dengan adanya pola lantai, tidak akan ada penari yang menutupi penari lainnya sehingga semua penari dapat terlihat jelas di depan penonton.

e. Untuk menguasai panggung.

Dengan adanya pola lantai, keseluruhan panggung dapat terisi oleh para penari dan tidak akan terjadi kekosongan yang membuatnya kurang selaras.