30 Contoh Pantun Jenaka dan Pengertiannya, Ketahui Yuk!

30 Contoh Pantun Jenaka dan Pengertiannya, Ketahui Yuk!

Pantun adalah puisi atau karya sastra Indonesia khususnya Melayu, yang terikat dengan aturan. Demikian dikatakan dalam buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5 karya Christiana Umi.

Pantun sendiri adalah ungkapan perasaan atau pikiran yang disusun menggunakan kata-kata sedemikian rupa agar menarik didengar atau dibaca. Pantun juga bisa bersifat menghibur atau menegur.

Setiap bait pantun berisi empat baris atau larik yang sajaknya a-b-a-b. Setiap baris pantun terdiri dari 8 sampai 12 suku kata dengan baris pertama adalah sampiran dan baris ketiga dan keempat adalah isi.

30 Contoh Pantun Jenaka dan Pengertiannya, Ketahui Yuk!

Pantun memiliki beragam jenis, salah satunya adalah pantun jenaka. Pengertian pantun jenaka adalah pantun yang berisi hal lucu dan menarik. Ini dia beberapa contoh pantun jenaka yang berhasil dihimpun oleh https://michaeljackmp.org.uk/ berdasarkan berbagai sumber.

30 Contoh Pantun Jenaka

1. Putih-putih bunga melati
Merah-Merah buah delima
Bagaimana hati tak geli
Melihat gajah bermain mata

2. Pagi-pagi makan kuaci
Jangan dimakan dengan kulitnya
Bagaimana pula kau ini
Satu tambah satu masa tak bisa

3. Ke pasar membeli gunting
Jangan lupa membeli pita
Sangatlah heran si induk kucing
Melihat tikus naik kereta

4. Limau purut di tepi rawa
Buah belimbing belum masak
Sakit perut sebab tertawa
Melihat kucing duduk berbedak

5. Kupu-kupu terbang melintang
Hinggap mengisap bunga layu
Hati di dalam menaruh bimbang
Melihat ikan membaca buku

6. Pohon manggis di tepi rawa
Tempat lebah menyimpan madu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu

7. Di sini kosong di sana kosong
Tak ada batang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada katak memikul kerbau

8. Patah tanduknya si induk lembu
Melompat pematang berlarian
Gelisah duduknya si pemburu
Melihat kijang berlarian

9. Mengggegar batang limau
Terikat lembing dekat kendil
Gemetar tulang harimau
Melihat kambing menyandang bedil

10. Ada belang di buah salak
Kelat rasa mulut tak gusar
Siapa yang tak ingin tergelak
Melihat kera ikut ke pasar

11. Kapal berlayar di Laut Jawa
Nakhoda mengacungkan jempol
Adik menangis lalu tertawa
Melihat kakak masih mengompol

12. Kera bermain lempar gelas
Kancil membuat tali anyaman
Ayo teman kita bersihkan kelas
Agar belajar makin nyaman

13. Satu titik dua koma
Anak monyet pakai gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu

14. Kertas putih untuk ditulis
Benang putih dibuat katun
Jika orang suka menulis
Sampai tua tak akan pikun

15. Kain beludru untuk bahan
Dibuat baju sangat mewahnya
Pantun jenaka tentang kebersihan
Agar bercanda ada manfaatnya

16. Hendak mengisi biodata
Pena hilang entah ke mana
Hai teman yang duduk di sana
Jangan pada melamun saja

17. Jangan suka cemberut
Jangan suka kuatir
Itu suara kentut
Bukan suara petir

18. Sungguh sedap makan ketupat
Kiriman dari kakak ipar
Kami anak kelas empat
Rajin belajar dan pintar-pintar

19. Katak jantan berkaca
Si betina merasa malu
Anak yang malas membaca
Pasti dimarahi ibu

20. Duduk santai membaca koran
Membacanya sambil makan petisan
Seenak-enaknya makan di restoran
Lebih enak makan gratisan

21. Jalan-jalan ke Surabaya
Jangan lupa oleh-olehnya
Bila wajah kita ceria
Hidup ini pun terasa bahagia

22. Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menggosok gigi
Kalau anda di warung Padang
Bolehkah kita ditraktir lagi

23. Buah belimbing buah manggis
Buah cokelat sebesar mempelam
Saya tertawa sambil menangis
Melihat kakak dikejar ayam

24. Jalan-jalan ke Kota Sumedang
Ada kambing makan rumput
Anak-anak begitu senang
Melihat kakek bergoyang dangdut

25. Di kampung naik pedati
Di jalan melihat badut
Bajuri bersusah hati
Melihat perut makin gendut

26. Duduk manis di bibir pantai
Lihat gadis tiada dua
Masa muda kebanyakan santai
Sudah renta sulit tertawa

27. Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan Sepat nyangkut di jaring
Perut sakit menahan tawa
Melihat gigi lompat ke piring

28. Jalan-jalan ke pinggir empang
Menemukan katak di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Kamu botak minta dikepang

29. jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika lelah duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm

30. Pegunungan jalan berliku
Udara pegunungan sungguh enak
Senyuman tampak di wajah kakekku
Melihat cucu sedang berbedak

Kembali mengutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5, pantun bisa dikatakan sebagai sebuah kesenian merangkai kata. Pantun juga menunjukkan Indonesia punya ciri khas dalam menyampaikan hal bermanfaat atau mendidik.

Demikianlah contoh pantun jenaka yang dapat dipelajari. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.